300x300

Friday, November 11, 2011

Berapa Besar Ancaman Kredit Otomotif?

Besarnya sumber dana perusahaan multifinance, gangguan instabilitas akan meningkat.

 

 
VIVAnews - Bank Indonesia mengungkapkan kekhawatiran tingginya pertumbuhan kredit otomotif yang disalurkan perusahaan pembiayaan (multifinance). Untuk itu, BI meminta bank agar lebih berhati-hati menyalurkan kredit ke multifinance.

BI juga mengkhawatirkan meledaknya kredit kendaraan bermotor akan membuat bubble ekonomi. Terutama rendahnya uang muka yang harus disetorkan calon konsumen. BI mengkaji syarat besaran uang muka yang selama ini di kisaran 10-20 persen.

Lantas, berapa besar ancaman dari kredit kendaraan bermotor itu?

Berdasarkan data BI, nilai pembiayaan kredit kendaraan bermotor yang dilakukan bank dan perusahaan pembiayaan pada 2010 tercatat Rp130 triliun, dengan estimasi baru sebesar Rp33 triliun. Dari sisi sumber dana, estimasi sebesar Rp79,35 triliun dana multifinance berasal dari perbankan.
Sementara itu, outstanding nilai pembiayaan kendaraan bermotor dari perbankan pada 2010 tercatat sebesar Rp80 triliun, dengan estimasi pembiayaan baru sebesar Rp28,4 triliun atau naik 53,9 persen (year on year).

Meskipun pertumbuhan kredit kendaraan bermotor ini sangat tinggi, namun tingkat non performing loan (NPL) cukup rendah. NPL kredit perbankan untuk kendaraan bermotor pada Juli 2011 sebesar 1,2 persen. NPL tertinggi pada kredit motor sebesar 2,1 persen. Sementara itu, non performing financing (NPF) perusahaan pembiayaan untuk kredit kendaraan bermotor berada pada kisaran 2,8 persen.

Kredit kendaraan bermotor paling banyak berasal dari kredit mobil sebesar 61 persen, dan diikuti sepeda motor 38 persen. Sementara itu, kredit kendaraan niaga/truk sebesar 1 persen. Apabila ditinjau dari aspek pertumbuhan, kendaraan bermotor roda empat mencatat pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 64,5 persen year on year. Uniknya, motor justru tingkat pertumbuhan lebih kecil yaitu 7,5 persen year on year.

Dalam laporan kajian stabilitas keuangan itu, BI menilai semakin tinggi pertumbuhan kredit kendaraan bermotor dan besarnya sumber dana perusahaan multifinance, gangguan instabilitas terhadap sistem keuangan berpotensi meningkat.
Potensi ini timbul karena beberapa faktor. Pertama, uang muka yang relatif rendah mendorong calon konsumer dengan penghasilan kurang memadai untuk memperoleh kredit. Hal ini rawan menimbulkan default di kemudian hari.
Kedua, persyaratan kredit sampai dengan 4 tahun untuk kendaraan roda 2 bekas dan 5 tahun untuk roda 4 bekas dipandang dapat meningkatkan default. Sebab, usia kendaraan bekas yang dapat dibiayai bisa lebih dari 10 tahun, sedangkan umur ekonomis kendaraan bermotor diperkirakan tidak memadai. (art)

 

0 comments:

Post a Comment

TERIMAKASIH ATAS KOMENTARNYA.
Kapan-kapan komentar disini lagi ya?????