300x300

Wednesday, December 28, 2011

Kesalahpahaman tentang Kesehatan Seksual

Pemahaman kesehatan seksual bagi setiap orang memang berbeda, adanya kekeliruan mengenai apa, bagaimana dan seperti apa kesehatan seksual tersebut bisa disebabkan oleh karena kurangnya informasi dari ahli yang kompeten (dokter), alasan privasi atau malu bertanya, serta anggapan tabu terhadap yang namanya SEKS. Dari sini kadang muncul mitos-mitos tentang seksual yang belum tentu kebenarannya.

Mengenai apa itu kesehatan seksual sudah dibahas sebelumnya disini (silahkan baca dan cermati). Berikut beberapa kesalahpahaman mengenai informasi kesehatan seksual yang sering terjadi menurut sumber Dr. Sophia Yen, MD, seorang spesialis kedokteran remaja di Lucile Packard Children's Hospital, Palo Alto, California:

1. Seseorang dapat tertular PMS dari kloset duduk

Penyakit menular seksual (PMS) tidak dapat hidup di luar tubuh dalam jangka waktu yang panjang, terutama pada permukaan yang dingin dan keras, seperti pada kloset duduk. Terlebih lagi karena biasanya PMS tidak terdapat pada urine. Sehingga kemungkinan seseorang untuk tertular PMS dari siapa pun yang menggunakan kamar mandi sebelum ia menggunakan adalah sangat tipis.

2. Seseorang tidak dapat hamil saat pertama kali berhubungan seksual

Bahkan beberapa hasil statistik mengatakan bahwa, 20 persen orang hamil dalam waktu satu bulan setelah memulai hubungan seksual pertama kali.

3. Seseorang tidak dapat hamil jika melakukan hubungan seksual selama periode menstruasi

Hal tersebut memang terdengar sangat tidak mungkin. Tetapi sebenarnya masih mungkin, terutama jika seseorang tersebut tidak menggunakan kondom atau obat kontrasepsi. Beberapa wanita memiliki periode yang panjang dan tumpang tindih dengan awal ovulasi, yang berarti mereka dapat subur meskipun mereka sedang menstruasi.

4. Para wanita perlu Pap Smear setelah berusia 18 tahun

Pada tahun 2003, American College of Obstetricians dan Gynecologists mengubah rekomendasi untuk tes Pap Smear. Sebelumnya, tes tersebut dianjurkan segera setelah seorang wanita pertama berhubungan seksual atau pada usia 18 tahun. Sekarang, tes Pap Smear tidak direkomendasikan sampai wanita telah aktif secara seksual selama sekitar 3 tahun, atau telah berusia 21 tahun. Wanita muda harus berkonsultasi dengan dokter dan mendiskusikan mengenai tes Pap Smear tersebut.

5. Pil kontrasepsi dapat menyebabkan aborsi

Sebuah kepercayaan bahwa pil kontrasepsi dapat menyebabkan aborsi, mungkin tidak sepenuhnya benar. Bahkan, jika seseorang mengonsumsi pil tersebut ketika sudah hamil. Karena jika telur yang dibuahi telah melekat pada dinding rahim maka tidak akan terganggu.

6. Pil KB dapat menyebabkan bertambahnya berat badan

Meskipun uji klinis setelah telah mampu membuktikan hubungan antara kontrasepsi oral dan kenaikan berat badan. Tetapi hal tersebut masih merupakan kepercayaan umum di kalangan perempuan dari segala usia. Secara khusus, sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 2006 menganalisis 44 uji coba sebelumnya dan menemukan bahwa, pil KB tidak menyebabkan kenaikan berat badan.

7. IUD tidak aman untuk semua wanita

Intrauterine devices (IUD) adalah sebuah benda kecil dimasukkan melalui leher rahim dan ditempatkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan hingga 12 tahun. Seseorang tidak perlu minum pil KB setiap hari saat menggunakan IUD. Sehingga IUD dapat menjadi cara yang nyaman dan jangka panjang untuk mencegah kehamilan. Pada tahun 2007 ACOG mengatakan bahwa, IUD adalah metode kontrol kelahiran yang aman dan sangat efektif pada banyak orang dewasa.

8. Jika telah mendapatkan vaksin HPV maka aman dari kanker serviks

Gardasil dan Cervarix adalah vaksin HPV yang menghambat dua jenis human papillomavirus (HPV) yang paling sering menyebabkan kanker serviks. Gardasil juga melindungi terhadap dua jenis virus yang menyebabkan sebagian besar kutil pada kelamin. Tetapi sekitar 30 persen dari kanker serviks tidak dapat dicegah oleh vaksin ini. Sehingga penting bagi semua wanita, untuk secara rutin melakukan Pap Smear secara teratur, terlepas telah mendapatkan vaksin HPV atau belum.

9. Penyemprotan pada vagina adalah cara yang sehat untuk membersihkan vagina

Vagina sebenarnya juga memiliki self cleansing. Menurut The National Women’s Health Information Center, melakukan semprotan pada vagina lebih berbahaya daripada manfaatnya. Bakteri alami yang ditemukan dalam vagina dapat membantu menjaga kebersihan dan kesehatan vagina. Penyemprotan justru dapat mengganggu keseimbangan tersebut dan menyebarkan infeksi vagina ke dalam tuba falopi, uterus, dan ovarium. Selain itu, penyemprotan vagina juga tidak dapat melindungi terhadap PMS atau kehamilan.

Mencuci secara teratur dengan air hangat dan sabun tanpa pengharum akan membantu menjaga kebersihan bagian luar vagina. Cobalah untuk menghindari produk yang mengandung pewangi, seperti pada tampon, pembalut, bubuk, dan semprotan, yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi vagina.

0 comments:

Post a Comment

TERIMAKASIH ATAS KOMENTARNYA.
Kapan-kapan komentar disini lagi ya?????