300x300
Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Thursday, December 22, 2011

Mari Memiliki Ibu Kita

 Oleh : Rindu Rumapea.  
Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. 
Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia.

          
 
           Ibu memiliki makna tersendiri sebagai orang tua dibandingkan ayah. Tidak bisa kita pungkiri bahwa banyak anak yang lebih dekat dan sayang kepada ibunya dibandingkan dengan ayahnya, bahkan anak laki-laki sekalipun yang telah berkeluarga. Hal ini menjadi gambaran betapa kuatnya pengaruh ibu di dalam sebuah rumah tangga. Bisa saja, jika tidak punya ibu menjadi merasa sendiri di dunia ini walaupun masih ada ayah, karena tempat untuk mengadu dan mengeluh jika ada permasalahan tidak ada lagi. Mungkin bagi banyak anak laki-laki—seperti saya—sering beradu argumen dengan ayah bahkan terjadi keributan, namun sangat jarang peristiwa itu terjadi dengan ibu sehingga kadang kala tanpa kita sadari kitapun menjadi lebih memilih dekat dan terbuka dengan ibu dibandingkan dengan ayah. Padahal, sikap seperti itu sangat salah sebab orang tua memiliki perannya masing-masing untuk membangun keharmonisan keluarga.
Jika kita cermati, sebenarnya peranan ibu lebih kepada mengasihi anak-anaknya, artinya memperhatikan, menjaga, memfasilitasi, dan mengerti akan kondisi anak-anaknya. Semua hal tersebut dilakukan bukanlah mengedepankan materi atau harta benda. Semua hal tersebut dilakukan dengan tangan, mata, kaki, dan hati seorang ibu. Ibu mengasihi kita dengan dirinya sendiri bukan dengan penghasilannya. Oleh karena itu, kita cenderung merasakan kedekatan dengan ibu.

Kasih ibu tidak setengah-setengah. Ia tidak memberikan sisa makanan atau sisa-sisa darinya untuk kita makan atau pakai, melainkan ia beri kita yang terbaik dan terbaru. Ia juga tidak pernah iri jika apa yang kita miliki segalanya serba baru dan baik, melainkan ia senang jika kitapun senang. Ia selalu bersedia dalam kondisi apapun berada disamping kita baik duka ataupun suka, walaupun sering kali kala kita senang tidak mengikutkannya. Ia tidak pernah hitung berapa dana yang dikeluarkan untuk menghidupi kita, walaupun kelak kita tidak menganggapnya sebagai seorang ibu. Kasih ibu ini hanya dibatasi oleh kematian, yang artinya selama kita hidup ibu akan tetap mengasihi. Kasih tersebut semakin kuat karena mengasihi anak-anaknya merupakan kewajiban sekaligus haknya. Dia wajib mengasihi anak-anaknya dan dia berhak mengasihi anak-anaknya. Tiada perbedaan antara hak dan kewajibannya.

Memiliki Ibu

Bagi seorang anak, memang sudah menjadi kewajiban untuk masuk ke dalam keluarga baru ketika sudah menikah. Berarti juga bahwa anak tersebut harus meninggalkan ibunya (orangtuanya). Akibatnya, hanya dua sikap sang anak yang telah menikah tersebut, yaitu tetap memperhatikan ibunya atau tidak. Sulitnya membangun sebuah rumah tangga yang baru dengan keterbatasan perekonomian kerap kali menjadi faktor besar yang membuat anak tidak memperhatikan ibu dan memilih untuk lepas tanggung jawab kepada ibunya yang sudah semakin tua. Padahal, bertanggung jawab terhadap ibu tidaklah selalu harus dengan biaya yang mahal. Jika ibu semakin tua, ia hanya butuh makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal. Memfasilitasi hal-hal tersebut mungkin salah satu cara untuk memperhatikan ibu kita, akan tetapi tidak semua ibu harus diperlakukan demikian. Ada banyak juga ibu yang pada hari tuanya bisa hidup dengan penghasilannya atau gaji pensiunannya.

Jika saya diminta pendapat mengenai apa cara terbaik untuk mengasihi ibu, maka saya akan jawab MEMILIKINYA. Selama kita hidup, seorang ibu akan selalu menganggap bahwa anaknya adalah miliknya. Namun, pada umumnya seorang anak akan meninggalkan ibunya sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa anak tersebut akan menjadi anak durhaka seperti kisah Si Malin Kundang, atau Si Mardan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita sebagai anak untuk memiliki ibu kita masing-masing. Mungkin kita tidak bisa beri harta atau kesejahteraan kepadanya tetapi kita semua sudah pasti bisa memberi perhatian kepada ibu kita. Semakin tua ibu maka yang semakin dibutuhkan adalah perhatian dan perhatian itu ada jika kita memiliki ibu tersebut. Jika tidak, maka kita akan menjadi anak yang selalu ingin lepas tanggung jawab dari orang tua kita. Semua hal bisa menjadi alasan agar terhindar dari tanggung jawab untuk memperhatikan ibu kita masing-masing. Padahal, kelak juga kita akan menjadi ayah atau ibu dari anak-anak kita. Tentu kita tidak bisa acuh tak acuh jika sekarang kita masih berstatus sebagai anak agar kelak kita pun tidak diberlakukan demikian oleh anak-anak kita. Kita harus bisa memiliki ibu dengan hati yang tulus ikhlas dan dengan apa adanya. Itu menjadi kunci dan lebih dari cukup untuk menjadi anak yang memperhatikan ibunya. Status kita sebagai anak merupakan dibawa sejak lahir sehingga tidak bisa dirubah, namun hati dan perhatian sangatlah bisa berubah-ubah.

Nilai ibu semakin lama sepertinya semakin pudar karena kita sebagai anak tidak merasakan kasihnya serta memilikinya. Ibu-ibu saat ini semakin sibuk dengan dirinya sendiri sehingga kasih sayang yang diberikan tidak bersentuhan langsung dengan anaknya. Peranannya pun sudah mulai digantikan oleh orang lain (perawat bayi, pembantu rumah tangga). Alhasil anak-anak tidak merasakan kasih ibunya, anak-anak hanya merasakan harta ibunya. Ini permasalahan yang sangat dipengaruhi oleh modernisasi. Laki-laki dan perempuan punya tempat kewajiban dan hak yang sama untuk berusaha memperoleh penghasilan mencukupi kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, kita sebagai anak harus bisa memiliki ibu kita masing-masing sehingga kelak kita bisa menjadi ibu yang memiliki anaknya dengan kasih yang tak terputus oleh waktu.

Tulisan ini saya perbuat bukan untuk mendiskriminasi peran ayah sebagai orang tua, melainkan untuk mengkaji lebih dalam peranan ibu sehingga kita bisa lebih memahami dan menghargai peranan seorang ibu dan menjadi seorang ibu yang baik nantinya.

SELAMAT HARI IBU, 22 DESEMBER 2011.***

Penulis, tinggal di Huta Padang, Kecamatan BP Mandoge, Asahan.
http://www.analisadaily.com

Monday, December 12, 2011

Sejarah Banser

Tahun 1924 dengan berlatar belakang pada berdirinya organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Minahasa, Jong Celebes berdiri organiosasi kepemudaan Syubbanul Wathan yang berarti Pemuda Tanah Air yang berdiri dibawah panji Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah dan dipimpin oleh Abdullah Ubaid melaui media khusus telah memiliki anggota 65 orang.  Perkembangan selanjutnya Subbanul Wathan disambut baik oleh kBarisan Ansor Serbaguna (Banser)ngan pemuda sehingga ratusan pemuda mencatatkan diri sebagai anggota,karena aktifitas organisasi ini menyentuh kepentingan dan kebutuhan pemuda pada saat itu.
Karena Subbanul Wathan telah diterima baik oleh kBarisan Ansor Serbaguna (Banser)ngan pemuda maka mebentuk organisasi  kepanduan yang diberi nama Ahlul Wathan  (Pandu Tanah Air) sebagai inspektur umum kwartir Imam Sukarlan Suryoseputro. Kerlanjutan perkembangan organisasi ini sampai pada masalah-masBarisan Ansor Serbaguna (Banser) kebangsaan dan pembelaan terhadap tanah air.
Setelah Nahdlatul Ulama’ (NU) berdiri (31 Januari 1926) kegiatan orgaisasi agak mengendor karena beberapa orang pengurusnya aktif dan disibukkan untuk mengurus  Organisasi Nahdlatu Ulama (NU).
Atas dasar pemikiran dan upaya Abdullah Uibaid dan Thohir Bakri pada tahun 1930 mengembangkan dan membangun organisasi yang berpengaruh ditingkat Nasional yang diberi nama Nahdlatus Subban (Kebangkitan Pemuda). Yang dipimpin oleh Umar Burhan.
Dengan latar belakang pengarahan KH. Abdul Wahab (guru besar kaum muda waktu itu) beliau menyebut beberapa ayat suci Al-Qur’an yang mengisahklan kesetiaan para sahabat Al-Khawariyyin yang tidak kepalang tanggung menolong perjuangan para Nabi menyiarkan ajaran Islam dengan pengorbanan lahir maupun bathin merka tampil sebagai pejuang yang tangguh dalam membela dan membetengi perjuangan Islam, kemudian Nabi memberi nama penghormatan kepada mereka dengan sebutan Ansor yang berarti mereka yang menolong. Kemudian pada tahun 24 April 1934 berdirilah organisasi ANO yang berarti Ansoru Nahdlatul Oelama yang dimaksudkan dapat mengambil berkah (Tabarrukan) atas semangat perjuangan para Sahabat nabi dalam memperjuangkan dan membela  serta menegakkan agama Allah. Diharapkan kelak senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar sahabat ansor yang selalu bertindak dan bersikap sebagai pelopor dalam memberikan pertolongan dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen yang seharusnya senantiasa dipegang teguh oleh para anggota Gerakan Pemuda Ansor.
Melalui konggres I tahun 1936, Konggres II tahun 1937 dan konggres III tahun 1938 memutuskan ANO mengadakan Barisan Berseragam yang diberi Nama Banoe dengan merinci jenis riyadloh yang diperbolehkan :
1.      Pendidikan Baris berbaris
2.      Latihan Lompat dan Lari
3.      Latihan Angkat mengangkat
4.      Latihan Ikat mengikat (Pioner)
5.      Fluit Tanzim (belajr kode/Isyarat suara)
6.      Isyarat dengan benderab (morse)
7.      Perkampungan dan perkemahan
8.      Belajar menolong Kecelakaan (PPPK)
9.      Musabaqoh Fil Kholli (Pacuan Kuda)
10.  Muromat (melempar lembing dan cakram)
Dari perkembangan-perkembangan yang terjadi inilah maka ANO kemudian menjadi Gerakan Pemuda Ansor dan Banoe menjadi Barisan Ansor Serbaguna atau disingkat dengan Banser.

Saturday, December 10, 2011

Birds - The Peregrine Falcon


The peregrine falcon is the best known falcon and most widespread in the world. However if you travel to North Dakota, you won't see many and you will not find any at all in Antarctica.

This falcon was on the endangered species list back in 1970 because of a problem with egg shell thinning that was caused mainly by use of the pesticide DDT during the 1950s and 60s. It took biologists 20 years to figure out that the pesticide used to protect plants from insects was the problem affecting these birds and other animals. Small animals ate the plants contaminated with the pesticide, and when the peregrine falcon hunted those animals, the infected flesh poisoned them. The chemical even changed the behavior of peregrine falcons in that it made them stop caring for their young.

The federal government banned the use of DDT in the United States; however, the recovery process took a while because the chemical residue remained in the environment. Other countries which are home to peregrine falcons still use DDT, and that, along with trapping and shooting by poachers, still cause the bird's population to decrease. Today the endangered list still includes the peregrine falcon, and they are gradually increasing in population.

The peregrine falcon is not a very large bird; it is about the size of a crow. It is identifiable by its dark blue to slate colored back and its white throat. It also has a black teardrop right under its eye, and small black sideburns. <


Peregrine falcons hunt at dawn and dusk; they will prey on ducks, pigeons, other birds and small mammals. They search for their prey from the air, and when they spot something to eat, they attack, making a sharp loud territorial call. They will swoop down at an incredible speed, up to 200 miles per hour, which makes this the fastest creature on earth. When they target their prey falcons use their talons to strike a severe blow to the creature to eat on the spot or to carry away to their eyrie.

Peregrine falcons are normally cliff dwellers which build their nests far out of reach of people. However, you can find some in cities on top of high buildings. Researchers who study these birds help them with city nesting; they supply certain buildings with leaves and other materials which the falcons can use.

The peregrine falcon can be found all over the world. Just look out for a bird the size of a crow with dark sideburns, yellow legs and pointed wings when in flight. Hunting permitted with a camera only.

Wednesday, November 30, 2011

Pesan Sri Aji Joyoboyo


Salah satu ajaran untuk mencari kesempurnaan hidup (kasampurnaning urip) adalah dengan mempelajari Layang Joyoboyo. Dalam layang tersebut Sri Aji Joyoboyo menuliskan petuah terhadap generasi mudah khususnya bangsa Jawa untuk tidak melupakan ajaran Kejawen. Layang ini ditulis dengan huruf Jawa asli dan terdapat 75 halaman. Apa saja yang bisa kita pelajari? Dan bagaimana bunyi Layang Joyoboyo tersebut? Inilah kutipannya.

HODJOBROLO :1
Gusti ingkang moho welas asih lan moho wicaksono,ugo Gusti uwes maringi pangerten marang bongso jowo lan djalmo manungso kang ono ing jagat iki.tumindakho kang becik marang sapodo padaning urip. ugo tumindakho kang jujur marang gusti nganggo roso kang ono ing rogo siro,semono ugo gusti bakal maringi balesan  marang opo  kang siro lakokake ing bumi mulyo kene,ugo ing bumi sentoso mengkene
(Gusti yang maha pengasih dan bijaksana, juga Gusti yang memperikan pengertian terhadap bangsa Jawa dan semua manusia di Jagad ini. Bertindaklah yang baik terhadap sesama makhluk hidup. Juga bertindaklah yang jujur terhadap Gusti dengan menggunakan rasa yang ada di ragamu, dengan begitu Gusti akan memberi balasan terhadap apa yang telah kamu lakukan di bumi yang mulya dan sentosa ini)

HODJOBROLO :2
Gusti kang moho mekso,marang ukum kang dadi kekarepane,ugo gusti kang pareng sekso marang sopo kang tumindak cidro. amergo sabdaning gusti kuwi ora ono kang biso ngalang-ngalangi.semono ugo kekarepane gusti
(Gusti yang maha memaksa, terhadap hukum yang jadi kehendakNYA, juga Gusti yang memberikan siksa terhadap siapa saja yang bertindak buruk. Karena sabdanya Gusti itu tidak ada yang bisa menghalang-halangi, begitu juga kehendakNYA)

HODJOBROLO:3
gusti kang moho kuwoso kang njogo langit  sarto bumi ,semono ugo gusti kang moho kuwoso njogo kahuripan kang katon ono ugo kang ora katon,lan sak isine kang ono ing jagat iki,tanpo kuwasane gusti kang moho suci bakal sirno jagad iki ,semono ugo bakal ora ono kahuripan sak iki.
(Gusti yang hama kuasa yang menjaga langit dan bumi, begitu juga Gusti yang maha kuasa menjaga kehidupan yang tampak juga yang tak tampak, dan semua yang ada di jagad ini, tanpa kuasa Gusti yang maha suci bakal sirna jagad ini, begitu juga bakal tidak ada kehidupan sekarang)

HADJOBROLO:4
gusti kang pareng balesan bongso jowo kang ora melu marang dalane gusti ,lan gusti pareng sabda:siro bongso jowo yen percoyo marang gusti turutono opo kang dadi panjaluke gusti,anangeng yen siro ora percoyo,kasengsarane urip siro bakal teko
(Gusti yang memberi balasan terhadap Bangsa Jawa yang tidak ikut terhadap aturan Gusti, dan Gusti memberi sabda: Kalian Bangsa Jawa kalau percaya terhadap Gusti ikutilah apa yang menjadi perintah Gusti, tetapi kalau kalian tidak percaya, kesengsaraan hidup kalian bakal datang)

HADJOBROLO:5
gusti uwes maringi sabdo marang aku kang tak tulis ono ing kitab joyoboyo,bongso jowo kabeh kang nglalekake gusti uripe bakal kurang  sandang lan pangan,ugo lemah kang mahune ijo bakal tak garengake koyo mahune nganti akhir siro kabeh nduweni katentreman
(Gusti sudah memberikan sabda terhadap aku yang kutulis dalam kita Joyoboyo, Bangsa Jawa semua yang melupakan Gusti hidupnya bakal kekurangan sandang dan pangan, juga tanah yang semula subur bakal kering kerontang seperti asalnya hingga akhirnya kalian semua memiliki ketentraman)

HADJOBROLO:6
gusti kang pareng sabdo kajawen diturunake ing tanah jowo soko kuwasane gusti kang moho wicaksono, supoyo bongso jowo kuwi biso nduweni kahuripan kang sampurno ing bumi mulyo kene lan mirangake opo kang dadi panjaluke gusti  anangeng siro biso ngrasake kahuripan yen siro kuwi ing bebayan
(Gusti yang memberi sabda Kejawen diturunkan di tanah Jawa dari kuasa Gusti yang maha bijaksana, supaya bangsa Jawa itu bisa memiliki kehidupan yang sempurna di bumi yang mulya ini dan mendengarkan apa yang menjadi perintah Gusti dan kalian bisa merasakan kehidupan saat dalam keadaan bahaya)

HODJOBROLO:7
gusti kang njunjung drajat kahuripane kawulo lan iki kang dadio sabdaning gusti marang bongso jowo kabeh,kang iseh mangerteni marang opo kang dadi kekarepane gusti,semono ugo gusti bakal njunnjung derajat kasengsarakane uripe bongso jowo yen bongso jowo kuwi mangerteni ukume gusti
(Gusti yang menjunjung derajat kehidupan rakyat dan ini yang menjadi sabda Gusti terhadap bangsa Jawa semua, yang masih memahami terhadap apa yang menjadi perintah Gusti, dengan demikian Gusti akan menjunjung derajat kesengsaraan hidup bangsa Jawa ketika bangsa Jawa itu mengerti hukumnya Gusti)

HODJOBROLO:8
siro bongso jowo sejatine nduweni pangomongane gusti kang moho kuwoso kang pareng pepadange kahuripan,supoyo dalan siro kang peteng biso dadi padang,anangeng siro bongso jowo malah ngalekake pangomongane gusti kang tinulis ono kitab joyoboyo
(Kalian bangsa Jawa sejatinya dipelihara Gusti yang maha kuasa yang memberi terang kehidupan, supaya jalan kalian yang gelap bisa menjadi terang, tetapi kalian bangsa Jawa malah melupakan Gusti yang memelihara kalian seperti yang tertulis di kitab Joyoboyo)

HODJOBROLO:9
siro bongso jowo arep nyuwun opo maneh marang gusti sebab kadegdayan kabeh uwes ono ing rogo siro lemah kang mahune gareng biso telesake ,ugo lemah kang mahune teles biso siro garengake yen siro kuwi percoyo marang kuwasane gusti,sebab kahuripane bongso jowo kang ora percoyo marang gusti bakal nemokake kasengsaran kang gede ing tembe mburine
(Kalian bangsa Jawa mau memohon apa lagi pada Gusti sebab semua kejadian sudah ada di raga kalian. Tanah yang tadinya kering bisa menjadi basah, juga tanah yang tadinya basah bisa kalian keringkan kalau kalian percaya terhadap kuasa Gusti, sebab kehidupan bangsa Jawa yang tidak percaya terhadap Gusti akan menemukan kesengsaraan yang besar di belakang hari).

HODJOROLO :10
Gusti kang pareng sabdo bongso jowo ,yo kuwi bongso kang wiwitan kang dadi ciptakane gusti kang teko ing bumi mulyo iki kang nggowo kuasane gusti ,sak durunge ono jalmo manungso ,anangeng sabdaning gusti kang uwes katulis ingkitab joyoboyo:siro bongso jowo yen bumi mulyo iki uwes kebak karo jalmo manungso kang dadi ciptakane gusti.siro bongso jowo bakal lali marang agama peparingane gusti marang isine kitab joyoboyo
(Gusti yang memberi sabda pada bangsa Jawa, yaitu bangsa awal yang menjadi ciptaan Gusti yang datang di bumi yang mulya ini yang membawa kuasa Gusti sebelum ada manusia, sabda Gusti yang sudah tertulis dalam kitab Joyoboyo: Kalian bangsa Jawa jikalau bumi mulya ini sudah penuh dengan umat manusia yang menjadi ciptaan Gusti, kalian bangsa Jawa bakal lupa terhadap agama (tuntunan) pemberian Gusti lewat isi Kitab Joyoboyo)

HODJOROLO 11
Gusti kang moho mriksani marang kedadean kang nyoto,marang tumindake bongso jowo kang ora nerimo marang peparingane gusti kang mohosuci.banjur gusti pareng sabdo:yen tanah jowo katekan jalmo manungso liyo kang dadi ciptakane gusti .agamo jowo lan isine kitab joyoboyo kang ditules bongso jowo bakal tak sirnakake dene kuwasane gusti kang moho suci
(Gusti yang maha melihat terhadap kejadian yang nyata, pada tindak-tanduk bangsa Jawa yang tidak bersyukur terhadap pemberian Gusti yang maha suci. Maka Gusti akan memberi sabda: Jika tanah Jawa sudah kedatangan manusia lain yang menjadi ciptaan Gusti. Agama (tuntunan) Jawa dan isi kitab Joyoboyo yang ditulis bangsa Jawa bakal aku sirnakan dengan kuasa Gusti yang maha suci)

HODJOROLO:12
Lan bongso jowo ora bakal iso maneh mangerteni marang agamane bongso jowo kang tekane soko gusti.banjur goro goro kuwi teko lan ndadekake kahurioane bongso jowo,lali marang asal usule lan ninggalake marang wekasane gusti kang moho suci kang uwes katulis ono ing kitab joyoboyo kanggone bongso jowo
(Dan bangsa Jawa tidak bakal bisa lagi memahami terhadap agama (tuntunan) bangsa Jawa yang datangnya dari Gusti. Karena lantaran itu datang dan menjadikan kehidupan bangsa Jawa, lupa terhadap asal-usulnya dan meninggalkan terhadap pesan Gusti yang maha suci yang sudah kutulis dalam kitab Joyoboyo terhadap bangsa Jawa)

HODJOROLO:13
Gusti kang pareng dawoh :bongso kang mahune diparingi kadegdayan marang gusti ,malah ditinggalake. nganti akhire sabdoning guti kuwi teko ,ngrusak kahuripane bongso jowo ,lan bongso jowo sopo wahe kang ora mirengake opo kang dadi kekarepane gusti,ugo ninggalake marang wekasane gusti bakal keno ukumane gusti kang gedhe ,semono ugo siro kabeh bakal ora bakal biso nyuwun panguksumo,kajoboi nrimo marang ukumane gusti kang pareng sikso marang bongso jowo kang uwes katukis ono kitab joyoboyo
(Gusti yang memberi perintah: bangsa yang tadinya diberi kesaktian oleh Gusti, malah ditinggalkan. Hingga akhirnya sabda buruk itu datang, merusak kehidupan bangsa Jawa, dan bangsa Jawa siapa saja yang tidak mendengarkan apa yang menjadi perintah dan meninggalkan pesan Gusti bakal terkena hukuman yang besar, begitu juga kalian semua bakal tidak bisa minta ampun, kecuali menerima terhadap hukuman Gusti yang memberikan siksa terhadap bangsa Jawa yang sudah tertulis dalam kitab Joyoboyo)

LAYANG JOYOBOYO (2) 
HOSOROPOLO
Gusti pareng dawuh marang aku: siro bongso jowo sejatine uwes diparingi gusti kadegdayan ,kanggo kaperluane siro sak bendinane  awet tanah jowo kang mahune gundul gusti dadekake ijo supyo siro bongso jowo biso krasan marang panggenan kang anyar iki
(Gusti memberi perintah pada diriku: Kalian bangsa Jawa sejatinya sudah diberi Gusti kesaktian, untuk keperluan kalian setiap harinya karena tanah Jawa yang tadinya gundul dibuat hijau supaya kalian bangsa Jawa bisa kerasan di tempat yang baru ini)
 
HOSOROPOLO
Anangeng  sabdaning gusti kang tak tulis ono kitab joyoboyo kanggone siro bongso jowo ,gusti pareng dawoh siro bongso jowo bakal ninggalake agomo peparingane gusti kang moho suci,lan gusti pareng sabdo siro bongso jowo bakal lungo adoh kanggo nggoleki asmane gusti ,siro dewe ora bakal duwe ketentreman yen siro kuwi lali marang asmane gusti kang uwes temurun kanggone siro kabeh ing tanah jowo
(Tetapi sabda Gusti yang kutulis di kitab Joyoboyo bagi kalian bangsa Jawa, Gusti memberi kabar kalian bangsa Jawa bakal meninggalkan agama (tuntunan) pemberian Gusti yang maha suci, dan Gusti memberikan sabda terhadap kalian bangsa Jawa bakal pergi jauh untuk mencari asma (nama) Gusti, kalian sendiri tidak bakal memiliki ketentraman kalau kalian lupa terhadap asma (nama) Gusti yang sudah diturunkan untuk kalian semua di tanah Jawa) 

HOSOROPOLO
Sebab sabdoning gusti kang uwes tak tulis ono kitab joyoboyo kanggone siro malah siro tinggalake.menyang monco endi wahe siro lungo lan iki sabdaning gusti ,bongso jowo ora bakal nduwe ketentreman nganti wanci bali ono ing ngersane gusti
(Sebab sabda dari Gusti yang sudah kutulis di kitab Joyoboyo untuk kalian malah kalian tinggalkan. Pergi keluar negeri mana saja kalian dan ini sabda Gusti, bangsa Jawa tidak bakal memiliki ketentraman hingga saat kembali ke haribaan Gusti)
 
HOSOROPOLO
Amergo pangerteni gusti kuwi luwih duwur katimbang siro bongso jowo kang diparing gusti : budi, roso,pikiran lan angen2 ,supoyo siro biso mangerteni marang dununge kahuripan kang tekane soko gusti ,anangeng djalmo manungso kang dadi ciptane gusti kuwi,ngendiko marang siro,iki sejatine agamane siro ,sejatine jalmo manungso kuwi ngapusi marang siro sebab siro jalmo manungso wiwitan  teko ono ing jagat kang nggowo agamane gusti
(Karena pemahaman terhadap Gusti itu lebih tinggi daripada kalian bangsa Jawa yang diberi Gusti: budi, rasa, pikiran dan angan-angan, supaya kalian bisa memahami terhadap keberadaan hidup yang datangnya dari Gusti, tetapi umat manusia yang menjadi ciptaan Gusti itu, berkata terhadap kalian, ini sjeatinya agama kalian, sejatinya manusia itu menipu terhadap kalian sebab kalian adalah manusia pertama yang datang di jagad dengan membawa agamanya Gusti)
 
HOSOROPOLO


Gusti kang pareng sabdo ; bongso jowo kabeh kang ono ing jagat iki bakal ora mirengake maneh marang ngendikane gusti awit sabdoning gusti uwes luweh disik teko
(Gusti yang memberi sabda: bangsa Jawa semua yang ada di jagad ini bakal tidak mendengarkan lagi terhadap perintah Gusti sebab sabda Gusti sudah datang terlebih dahulu)
 
HOSOROPOLO
Banyu kang mahune resik bakal dadi reget yen siro bongso jowo kuwli lali marang wekasane gusti ,ugo asmane gusti kang manggon ono ing roso siro.bakal sirno soko kahuripane bongso jowo semono ugo kasumparnane gusti kang papat kang ditetesake ing bumi suci bakal sirno soko kahuripane siro
(Air yang tadinya bersih bakal menjadi kotor jika kalian bangsa Jawa lupa terhadap perintah Gusti, juga asma (nama) Gusti yang tinggal di dalam rasa kalian. Bakal sirna dari kehidupan bangsa Jawa begitu juga empat kesempurnaan Gusti yang diteteskan di bumi suci ini bakal sirna dari kehidupan kalian)
 
HOSOROPOLO
Gusti kang moho kuwoso kang pareng keslametan dumateng kawulo rino klawan wengi  among panjenengane gusti kulo pasrahaken gesang lan sedoh kawulo sirno bebayan sakeng  kuwoso panjenengan kagem sak lawase lan iki kang dadi sabdaning gusti marang bongso jowo kang isih mangerteni kuwasane gusti
(Gusti yang maha kuasa yang memberi keselamatan padaku siang dan malam, hanya padaMU Gusti saya pasrahkan hidup dan matiku sirna semua bahaya dari kuasaMU untuk selamanya dan ini yang menjadi sabda Gusti terhadap bangsa Jawa yang masih memahami kuasanya Gusti)

Sunday, November 20, 2011

Profil Madrasah MI NURUL HUDA CENGKOK


Jejak Langkah Sasaran MEDP
(Madrasah Education Development Project)
(Catatan 2007–2010)

A.      Sejarah Madrasah
MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL HUDA CENGKOK. Madrasah ini didirikan di daerah pedesaan, dibangun di atas tanah seluas 1360 m2 dengan luas bangunan Madrasah 640 m2 dan bertempat di desa Cengkok, kec. Ngronggot, kab. Nganjuk, propinsi Jawa Timur. Jarak Madrasah dari pusat kecamatan 5 km dan jarak dari Otada 30 km.
Madrasah Ibtidaiyah NURUL HUDA merupakan sebuah pendidikan Islam yang berciri khas Islam Ahli Sunnah Waljama’ah, di bawah kepengurusan Yayasan Pendidikan Nurul Huda dan di bawah pembinaan Departemen Agama wilayah kabupaten Nganjuk dengan NSS/NSM : 111235180044.
Madrasah Ibtidaiyah NURUL HUDA didirikan pada tahun 1960. Pada awal berdirinya, Madrasah ini bernamakan Al – Huda dengan sistem pendidikan yang masih ala pondok pesantren (tradisional) dan kegiatan belajar mengajar dilakukan pada sore hari (diniyah). Pada tahun 1978, terjadilah perubahan nama menjadi Madrasah Ibtidaiyah NURUL HUDA sampai sekarang dengan sistem pendidikan yang sudah mengacu pada sistem pendidikan nasional dan proses kegiatan belajar mengajar dilakukan pada pagi hari.
Pengesahan SK tentang akreditasi lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah NURUL HUDA ditandatangani oleh H. Roziqi selaku Kakanwil Depag Jawa Timur pada tanggal 232 Maret 2005 sebagai madrasah peringkat A dengan nomor : A/KW.13.4/367/2005.
Silsilah perjalanan / perubahan dari tahun ke tahun menunjukkan kemajuan, dilihat dari kwalitas maupun kwantitas mutu pendidikan, tahun 1978 Madrasah telah terakreditasi (terdaftar), tahun 1992 akreditasi madrasah (diakui) dan pada tahun 2005 telah memenuhi target tipe A.
Madrasah Ibtidaiyah NURUL HUDA mempunyai visi dan misi ke depan, yaitu dengan VISI MADRASAH “Terciptanya generasi muda yang berimtaq dan beriptek serta berakhlakul karimah” dan MISI MADRASAH “Mencetak generasi muda yang kreatif, beriman, berilmu pengetahuan dan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari” yang mempunyai cirri khas Islam Ahli Sunnah Waljama’ah (setiap pagi sebelum pelajaran membaca juz Amma, melaksanakan shalat Dhuha dan shalat Dhuhur berjama’ah) dan mempunyai semboyan “fight, go, and win” (berusaha, maju, dan sukses).







B.       Visi dan Misi Madrasah
1.      Visi Madrasah
Terciptanya generasi muda yang berimtaq dan beriptek serta berakhlakul karimah.
2.      Misi Madrasah
Mencetak generasi muda yang kreatif, beriman, berilmu pengetahuan, dan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.
C.      Perkembangan Siswa dan Guru
1.      Siswa
No.
Kelas
Jumlah Siswa
2006/2007
2007/2008
2008/2009
2009/2010
L
P
L
P
L
P
L
P
1
I
20
18
12
16
11
17
10
19
2
II
11
12
20
16
12
19
11
18
3
III
15
11
11
12
20
14
11
16
4
IV
12
18
15
11
11
12
20
14
5
V
16
13
12
18
15
10
11
12
6
VI
12
15
16
12
11
18
15
10
JUMLAH
86
87
86
85
80
90
78
89

2.      Guru
No.
Nama Guru
Jenis Kelamin
Pendidikan
Sertifikasi
Tunjangan Profesi
L
P
1
Ali Musthofa, S.Pd.I
L

S-1
-
-
2
Samsuniyah, S.Pd.I

P
S-1
sudah
belum
3
Syaifulloh, S.Pd.I
L

S-1
sudah
belum
4
Surateni, S.Pd.I

P
S-1
-
-
5
Munasir, S.Ag
L

S-1
-
-
6
Jupri, S.Pd.I
L

S-1
-
-
7
Moh. Sholeh Abidin, S.Pd
L

S-1
sudah
belum
8
Ulik Anuroh, S.Pd.I

P
S-1
-
-
9
Munjiati, S.Pd.I

P
S-1
-
-
10
Wahyudi Ridlo
L

D-II
-
-
11
Fitrti Anasari

P
SMK
-
-
12
M. Burhan Efendi
L

MA
-
-
13
Suryani
L

MA
-
-
JUMLAH
8
5
-
3
-












D.      Perkembangan Capaian Akademis Madrasah
a.       Hasil Ujian Nasional
No
Mata Pelajaran
Hasil UAN
2007
Hasil UAN 2008
Hasil UAN
2009
Hasil UAN 2010
T
R
RT
T
R
RT
T
R
RT
T
R
RT
1
Bahasa Indonesia
8.24
5.00
6.17
8.80
2.80
6.26
8.40
3.60
6.72
9.20
3.00
6.45
2
Matematika
8.00
5.00
5.68
7.75
2.00
4.38
9.75
3.75
6.05
10.0
2.25
4.75
3
IPA
7.88
5.00
5.52
9.00
3.00
5.35
9.00
4.50
7.00
7.75
3.25
6.34
JUMLAH
24.12
15.00
17.37
25.55
7.80
15.99
27.15
11.85
19.77
26.95
8.50
17.57


























( T : tinggi, R : rendah, RT : rata-rata )
b.      Akreditasi Madrasah
Akreditasi
2007
2008
2009
2010
-
-
-
B
c.       Prestasi Murid
No.
Nama Murid
Prestasi
Akademis
Non Akademis
1.
Nailil Muna
Juara I CCNU
-
2.
Iva Ellita

Juara I Kaligrafi
d.      Prestasi Guru
No.
Nama Guru
Prestasi
Akadamis
Non Akademis








*      Tulis guru yang mendapatkan prestasi saja.
e.       Sarana Prasarana
1.      Sarana Fisik
No.
Sarana
Jumlah
2007
2008
2009
2010
1
Ruang Kelas
6
6
6
6
2
Ruang Perpustakaan
1
1
1
1
3
Ruang Laboratorium IPA
-
-
-
-
4
Ruang Laboratorium IPS
-
-
-
-
5
Ruang Laboratorium Bahasa
-
-
-
-
6
Ruang Laboratorium Komputer
-
-
-
1
7
Ruang Unit Kesehatan Sekolah
1
1
1
1
8
WC / kamar mandi
4
4
4
4
9
Ruang Kantor
1
1
1
1
*      Jika ada lagi yang bellum tercantum dalam kolom, mohon ditulis.
2.      Prasarana Fisik
No.
Prasarana
Jumlah
2007
2008
2009
2010
1
Perpustakaan
a.    Buku Pengayaan
b.   Buku Referensi
c.    Buku Panduan Pendidik

200 judl


12

-


6

-

-
2
Laboratorium IPA
a.    KIT Peraga
b.   Rangka tubuh manusia





3 set


3 set
1 set
3
Laboratorium IPS
a.KIT




CD Peta Tematik

5 peta
4
Laboratorium Bahasa





5
Laboratorium Komputer
a.    Destop
b.   Lap Top
c.    Multimedia
d.   Website, E-mail

-
-
-
-

-
-
-
-

-
-
-
-

1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
6
Unit Kesehatan Madrasah (UKM)
a.     





f.       Kelembagaan dan Akses Madrasah
1. Peran dan Kegiatan Komite Madrasah.
    Ikut menangani sarana prasarana Madrasah seperti pembangunan fisiknya dan pembiayaanya dan memantau perkembangan madrasah
2. Peran dan Kegiatan MGMP, KKG.
    Penggerak terlaksananya KKG di tingkat kecamatan
3. Hubungan madrasah dengan dunia usaha/industri.
4. Hubungan madrasah dengan Perguruan Tinggi.
    Sebagai nara sumber dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru madrasah
5. Hubungan madrasah dengan ormas pendidikan.
6. Hubungan madrasah dengan LPMP.
7. Hubungan madrasah dengan lembaga bimbingan belajar.
8. Hubungan madrasah dengan lembaga internasional/nasional.
    Mendapatkan bantuan ADB melalui MEDP
9. Hubungan madrasah dengan yayasan Pendidikan/Badan Hukum Pendidika Penyelenggara
10. Hubungan madrasah dengan media massa.
11. Hubungan madrasah dengan pemerintah daerah.
    Pernah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2007,berupa bangunan Fisik
    Dan buku pengayaan.