Definisi menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Investasi diartikan sebagai penanaman uang atau di suatu
perusahaan atau proyek untuk tujuan memproleh keuntungan. Pada dasarnya
investasi adalah membeli suatu aset yang diharapkan di masa datang dapat
dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi.
Investasi juga dapat dikatakan sebagai suatu penundaan
konsumsi saat ini untuk konsumsi masa depan. Harapan pada keuntungan di
masa datang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait
dengan suatu investasi yang dilakukan.
Seseorang tentunya harus memikirkan masa depan dimana pada saat
kebutuhan hidup terus meningkat, kebutuhan yang dimaksud dapat berupa
pendidikan, sarana transportasi, kesehatan, tempat tinggal, kebutuhan
untuk rekreasi, ibadah, hingga kebutuhan untuk masa tidak produktif.
Dengan
berlatar belakang hal tersebut maka seseorang menyisihkan sebagian dari
pendapatannya di masa produktif dan meng-investasikannya untuk masa
dimana sudah kurang produktif.
Ada banyak pilihan dalam berinvestasi, diantaranya yaitu
membuka
deposito, menabung, membeli tanah dan bangunan, obligasi, membeli emas,
saham, dan lain-lain.
Secara umum bentuk aset yang di
Investasikan terbagi menjadi dua jenis yaitu:
1. Riil Investment
Yaitu menginvestasikan sejumlah dan tertentu pada aset berwujud, seperti
halnya tanah, emas, bangunan, emas, dan lain-lain.
2. Financial Investment
Yaitu menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset finansial,
seperti halnya deposito, saham, obligasi, dan lain-lain. Dalam hal ini
surat berharga yang diperdagangkan atau yang sering disebut dengan efek
adalah berupa saham. Menurut
Undang-Undang No.8 Tahun 1995
tentang pasar modal,
definisi dari bursa efek adalah pihak
yang menyelenggarakan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain
dengan tujuan memperdagangkan efek diantaranya. Di Indonesia,
perdagangan saham dilakukan di Bursa Efek Indonesia. Tidak semua
perusahaan dapat langsung mengeluarkan suatu efek (saham), oleh sebab
itu perusahaan yang ingin menerbitkan efek harus memenuhi kriteria
ataupun peraturan-peraturan yang ada sebelum menerbitkan suatu efek.
Faktor-Faktor Penentu Investasi
Bagi seorang investor yang hendak melakukan suatu investasi, harus
melakukan suatu analisis terlebih dahulu dalam menentukan keputusan
investasinya. Untuk melakukan suatu analisis investasi, setidaknya ada
tiga faktor yang harus dianalisis, yaitu:
1
. Analisis kondisi makroekonomi
2. Analisis pada jenis industri
3. Analisis fundamental suatu perusahaan
Tahap pertama yang dilakukan oleh seorang investor dalam
berinvestasi adalah melakukan analisis terhadap variabel-variabel makro,
tahap analisis ini dilakukan untuk menganalisis kondisi perekonomian
suatu negara secara makro dalam proses suatu investasi.
Variabel-variabel ekonomi makro yang dianalisis diantaranya adalah
tingkat inflasi, transaksi berjalan, kurs/exchange rate (nilai tukar
suatu mata uang negara terhadap mata uang negara lain), suku bunga SBI
(Sertifikat Bank Indonesia), dan lain-lain.
Pada tahap kedua, dilakukan analisis pada berbagai jenis
industri. Pada tahapan ini, kita memilih jenis industri yang paling
memberikan prospek keuntungan jika dilakukan invstasi. Sektor
mana yang akan dijadikan suatu investasi dapat dilihat dari pergerakan
dalam indeks sektoral industri pada suatu pasar modal. Sektor yang
mempunyai indeks yang bagus untuk investasi jangka panjang tentunya akan
dipilih. Pada tahap analisis ketiga, dilakukan analisis fundamental
pada perusahaan, dengan menggunakan rasio-rasio keuangan suatu
perusahaan.
Dalam rasio-rasio keuangan, terbagi lagi menjadi lima rasio,
yaitu :
1. Rasio Likuiditas, menyatakan kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo.
2. Rasio Aktifitas, menunjukkan kemampuan serta
efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aktifa yang dimiliki atau
perputaran (turnover) aktifa-aktifa suatu perusahaan.
3. Rasio Hutang, berfungsi untuk menunjukkan
kemampun perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
4. Rasio Profitabilitas, menunjukkan tingkat
keberhasilan perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan.
5. Rasio Pasar, menggambarkan bagaimana pasar
menghargai saham suatu perusahaan.