300x300
Showing posts with label Pariwisata. Show all posts
Showing posts with label Pariwisata. Show all posts

Tuesday, January 10, 2012

PENANAMAN 1000 POHON

         
         Demi mengurangi dampak bencana alam serta dampak pemanasan global pada hari jum'at 13 Januari 2012 Bupati Nganjuk beserta Ibu, kepala Instansi setempat dan seluruh masyarakat wilayah Nganjuk melaksakan gerakan penanaman seribu pohon yang di awali dari Klurahan Cengkok Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Yang bertujuan untuk memberikan motivasi juga contoh bagi generasi muda dan masyarakat untuk peduli lingkungan dengan menanam serta memelihara pohon sehingga dalam jangka panjang dapat di wariskan kepada anak cucu kita...


          Bagi yang Ingin menyalurkan rasa sosial kita kepada Dunia tercinta ini bisa ikut berpasrtisipasi penanaman pohon bersama di Desa Cengkok Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk dan akan disebarkan ke desa-desa sekitarnya seluruh Kabupaten Nganjuk.Tepatnya di Lapangan Desa Cengkok Dari SMPN 1 PRAMBON ketimur Kurang Lebih 300 M

         





         Tunggu apa lagi Sebelum Dunia ini Hancur Segera Meluncur ke lokasi pada hari Jum'at 13 Januari 2012 pada pukul 08.00-Selesai. Ada hiburannya juga lhooooo......................<blink>(SAGITA)</blink> .
Dan akan dihadiri oleh Bupati Kabupaten Nganjuk dimeriahkan oleh Orkes Dangdut dan Artis2 dari jawa timur.


 Seluruh Masyarakat Boleh hadir..
Ayo Ramaikan Kabupaten Nganjuk tuk menjadi kota Adipura.


Sebarkan keseluruh Masyarakat Kabupaten Nganjuk segala lapisan menerima.

Informasi lebih lanjut Hubungi :


Pakboer.com
085730911590

Atau bisa juga perangkat Desa Masing Kelurahan.

Grastiiiiiiiisssssss..................





Monday, November 7, 2011

Fenomena Musik Dangdut OM Sagita dan Salam Asolole



Gelaran musik dangdut di Jawa Timur memiliki trend baru. Kalau beberapa tahun baru para dangduters asyik digoyang oleh Inul Daratista dan kawan-kawan, kali ini ada yang lebih heboh. Namanya Orkes Musik Melayu Sagita. Grup musik ini berasal dari Nganjuk. Saat ini tengah menjadi buah bibir karena lagu-lagunya banyak disukai berbagai kalangan. Baik anak-anak, remaja, hingga dewasa semua pada suka Sagita. Saya bisa katakan demikian karena di rumah saya sendiri ponakan dan saudara-saudara hobi nonton CD bajakan tayangan lagu-lagu Sagita. Tidak seperti jamannya Inul Daratista dan Uut Permatasari yang mendaur ulang lagu-lagu lama, kali ini trend beralih ke lagu-lagu musik pengamen bus kota. Tak heran kalau judul album CD diberi nama Ngamen. Saat ini sudah ada 7 edisi Ngamen, dan di rumah sudah ada ketujuh CD tersebut. Tak pelak lagu, karena musik dan lirik lagu yang sudah merakyat, maka lagu-lagu yang dibawakan rombongan musik Sagita cepat populer di kalangan masyarakat. Lirik dalam bahasa Indonesia dan Jawa mewakili suara rakyat kecil yang bermasalah di bidang ekonomi. Mungkin bagi mereka dengan menyanyi setidaknya bisa menghibur diri untuk tidak terlarut dalam masalah hidup. Perkara suara mereka di dengar penguasa atau tidak, itu tak jadi soal.

Sunday, November 6, 2011

COFFEE LAND Part-II KUMPULAN CAH NGANJUK (KCN) in RORO KUNING - NGANJUK

KOPDAR Part-II
COLLECTION CAH NGANJUK
(KCN)
in RORO KUNING - NGANJUK

Assalamu'alaikum

Alhamdulillah, Kopdar Part II Collection of Cah Nganjuk (KCN) in Roro Yellow realized successfully, it's all thanks to the support of our friends who have been willing to present and willing to take the time to come on the show today Sunday, November 6, 2011.
For those who feel cah Nganjuk and not join the Facebook group set Cah Nganjuk soon to join in our group, if not join going to lose.

Who have not joined please join here free


This part of documentation KOPDAR Part-II






































Friday, November 4, 2011

This is a collection of cah Nganjuk logo

This is a collection of cah Nganjuk logo, please support it?
LOGO KUMPULAN CAH NGANJUK





Thursday, October 20, 2011

Air Terjun Sedudo

              



          Air Terjun Sedudo adalah sebuah air terjun dan obyek wisata yang terletak di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Jaraknya sekitar 30 km arah selatan ibukota kabupaten Nganjuk. Berada pada ketinggian sekitar 1.438 meter , ketinggian air terjun Sedudo ini sekitar 105 meter. Tempat wisata ini memiliki fasilitas yang cukup baik, dan jalur transportasi yang mudah diakses.  Masyarakat setempat masih mempercayai, air terjun Sedudo ini memiliki kekuatan supra natural. Lokasi wisata alam ini ramai dikunjungi orang pada bulan Sura (kalender Jawa). Konon mitos yang ada sejak zaman Majapahit, pada bulan itu dipercaya membawa berkah awet muda bagi orang yang mandi di air terjun tersebut.  Setiap Tahun Baru Jawa, air terjun Sedudo dipergunakan untuk upacara ritual, yaitu memandikan arca dalam upacara Parna Prahista, yang kemudian sisa airnya dipercikan untuk keluarga agar mendapat berkah keselamatan dan awet muda. Hingga sekarang pihak Pemerintah kab Nganjuk secara rutin melaksanakan acara ritual Mandi Sedudo setiap tanggal 1 Suro.

Monumen Jenderal Sudirman



             Monumen Jenderal Sudirman Terletak di desa Bajulan Kecamatan Loceret,Kabupaten Nganjuk,Jawa Timur.  kurang lebih arah selatan Kota Nganjuk, Monumen di dirikan sebagai tanda bahwa di Desa Bajulan pernah di singgahi Panglima Besar Jenderal Sudirman selama 9 hari dalam rute perjalanannya memimpin perang gerilya melwan Belanda pada tahun 1949.  kurang lebih 3km dari monumen ini ke arah selatan kita dapati padepoka yang sekarang di jadikan Museum, juga tempat wudlu dan tempat perundingan serta tempat sholat yang pernah beliau pakai selama Beliau tinggal di desa Bajulan.

Air Merambat Roro Kuning


Air Merambat Roro Kuning berada di Desa Bajulan, Kabupaten Nganjuk terletak kurang lebih 23 km selatan Kota Nganjuk,Jawa Timur.

Air Merambat Roro Kuning merupakan kawasan hutan pinus yang indah yang Memiliki sungai yang jernih dan air terjun yang menakjubkan di antaranya: Air Terjun Roro Kuning yang dekat dengan museum Panglima Sudirman.

Air Terjun Pacoban Ngunul setinggi + 75m dan pacoban Lawe + 95m
Wisata Nganjuk Surga Dunia

Museum Anjuk Ladang

Museum Anjuk Ladang


Objek Wisata Museum Anjuk Ladang Terletak di kota Nganjuk,Jawa Timur. sebelah timur Terminal Bus Kota Nganjuk, di dalamnya tersimpan benda ( cagar budaya jaman Hindu, Doho dan Majapahit ) yang terdapat di daerah Kabupaten Nganjuk. Disamping itu di simpan Prasasti Anjuk Ladang yang merupakan cikal bakal berdirinya Kabupaten Nganjuk.
Wisata Nganjuk Surga Dunia

Candi Lor

Candi Lor 
Candi Lor  merupakan bangunan candi yang terbuat dari batu bata merah yang diyakini sebagai monumen cikal bakal berdirinya kabupaten Nganjuk yang diperingati setiap tanggal 10 April setiap tahunnya.
Candi Lor terletak di desa Candirejo, kec. loceret, kab. Nganjuk,Jawa Timur.

Dari prasasti Anjuk Ladang, diketahui bahwa Mpu Sindok, raja Mataram Hindu yang bergelar Sri Maharaja Sri Isyana Wikrama Dharmottunggadewa memerintahkan Rakai Hinu Sahasra, Rakai Baliswara serta Rakai Kanuruhan pada tahun 937 untuk membangun sebuah bangunan suci bernama Srijayamerta sebagai pertanda penetapan area Anjuk Ladang (sekarang disebut Nganjuk) sebagai area swatantra atas jasa warga Anjuk Ladang dalam peperangan.

Pada areal candi Lor terdapat 2 makam abdi dalem kinasih mpu Sindok yang disebut eyang Kerto dan eyang Kerti, dan sebuah pohon Kepuh yang telah tumbuh sejak tahun 1866, diketahui dari tulisan Hoepermans.
Wisata Indonesia Surga Dunia

Pariwisata Kabupaten Nganjuk – Jawa Timur

Debur Air Terjun di Lereng Gunung Wilis
Walau berada di ketinggian, kawasan wisata air terjun di lereng Gunung Wilis mudah dijangkau. Hotel juga tersedia. Tunggu apa lagi? Gunung Wilis bisa jadi tak sekondang Gunung Bromo. Padahal, Gunung Wilis yang membentang di empat wilayah kabupaten yakni Kabupaten Nganjuk, Kediri, Madiun, dan Ponorogo, memiliki panorama alam yang tak kalah menakjubkan.
Anda yang suka pada panorama air terjun, bersiaplah untuk terpesona. Betapa tidak, beberapa air terjun dengan panorama yang memukau di sekelilingnya, bisa ditemui di sisi timur Gunung Wilis ini. Ada air terjun Sedudo, Roro Kuning, Pacoban Ngunut, Pacoban Coban, serta air terjun Ngleyangan. Semua air terjun itu tampil dengan wajah asli-alami. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk memang sengaja membiarkan kondisinya seperti itu. Tujuannya tak lain, agak objek wisata andalan kabupaten ini tampak alami. Kalaupun selama ini Pemkab sempat melakukan pembangunan secara fisik, hal itu hanya bangunan fasilitas pendukung saja.
Di antara beberapa air terjun itu, air terjun Sedudo yang paling dikenal masyarakat secara luas. Air terjun ini berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan atau 33 km arah selatan Nganjuk. Ketinggian air terjun ini mencapai sekitar 200 meter. Dengan ketinggian seperti ini, maka jika dilihat dari bawah, air terjun ini terlihat seperti butiran-butiran es berwarna putih yang meluncur ke bawah. Indah sekali, bukan? Tak hanya panorama alam. Air terjun Sedudo juga merupakan objek wisata budaya. Setiap bulan Muharram (Sura), upacara ritual mandi Sedudo selalu digelar di sini. Upacara yang difasilitasi oleh Pemkab ini menyedot kedatangan ribuan orang, yang bukan saja berasal dari Nganjuk, tapi juga daerah-daerah lain.
gunung wilisAda mitos yang sangat lekat dengan tradisi mandi Sedudo ini, yakni siapapun yang mandi di kolam air terjun Sedudo, akan awet muda. Tak heran, setiap bulan Sura, air terjun Sedudo selalu disesaki pengunjung yang ingin mandi di sana. Lokasi objek wisata ini sangat mudah dijangkau. Jalan dari kota Nganjuk hingga ke kawasan wisata ini, beraspal mulus. Hanya saja, karena lokasinya di gunung, jalan menuju air terjun Sedudo cenderung menanjak, naik-turun, dan berkelok-kelok. Kondisi jalan seperti ini tentu sulit untuk dilewati oleh kendaraan jenis bus. Karena itu, bila berniat ke air terjun Sedudo, sebaiknya gunakan kendaraan roda empat non bus.
Panorama cantik air terjun Sedudo tak semestinya Anda nikmati hanya dalam waktu sekejap. Jadi, jika Anda punya waktu, sempatkan untuk menginap. Jangan khawatir, tersedia hotel di sana. Hotel Wisata Karya, demikian nama yang dibangun oleh Pemkab Nganjuk ini. Hotel ini dibangun di atas bukit yang dikelilingi pohon pinus dan cengkeh. Dari hotel, mata Anda bisa leluasa menjelajahi keindahan panorama Gunung Wilis. Tarif kamarnya juga cukup terjangkau, yakni Rp 70 ribu – Rp 200 ribu per kamar. Ingin menikmati panorama alam sembari berolahraga? Mudah sekali Anda lakukan di sini. Sebab, hotel ini menyediakan lapangan tenis. Atau, Anda bisa joging di pagi hari di sekitar air terjun sembari menghirup hawa segar. Alangkah nikmatnya!
Bagaimana dengan urusan oleh-oleh? Tak perlu pusing. Karena berada di gunung, maka oleh-oleh yang bisa Anda pulang pun khas dari daerah dataran tinggi, yakni buah-buahan dan sayur-sayuran. Di Sawahan, sebuah tempat tak jauh dari Sedudo, Anda bisa dengan gampang membeli pisang, jeruk, durian, dan lain-lain. Di pinggir jalan antara Sawahan hingga Sedodo, banyak kios sederhana yang menjajakan buah-buahan ini. Selain berkualitas baik, harga buah-buahan itu juga tidak mahal karena dijual langsung oleh petani.
Air terjun Roro Kuning
air terjun roro kuningPuas dengan air terjun Sedudo, lanjutkan petualangan indah ini ke air terjun Roro Kuning. Berada di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, air terjun Roro Kuning berpotensi besar untuk menjadi kawasan wisata andalan. Menyadari hal itu, Pemkab Nganjuk terus mengembangkannya dengan membangun sejumlah sarana penunjang.Kawasan wisata ini terletak sekitar 30 km arah selatan Nganjuk. Jalan menuju ke sana juga sudah beraspal, dan bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat non bus. Namun, banyak pengunjung yang memilih menggunakan kendaraan roda dua.
Seperti halnya air terjun Sedudo, air terjun ini juga masih sangat alami. Tertarik oleh kealamian itu, banyak kelompok pecinta alam yang melakukan kegiatan di sini, semisal perkemahan atau pendakian. Pendakian biasanya dilakukan dari air terjun Roro Kuning menuju air terjun Pacoban Ngunut yang berjarak sekitar 4 km. Pramuka dari berbagai sekolah pun kerap menggelar perkemahan di tempat ini.
Selain keindahan alam, air terjun Roro Kuning juga memiliki nilai sejarah. Di sekitar lokasi ini terdapat monumen perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Monumen ini dibangun untuk mengenang perjuangan Jenderal Sudirman saat memimpin perang gerilya melawan Belanda pada tahun 1949. Selain menumen, di tempat ini juga terdapat sebuah rumah sangat sederhana yang pada masa perjuangan dahulu sempat ditempati Pak Dirman selama satu minggu. Karena itulah selain menikmati keindahan alam, pengunjung air terjun Roro Kuning juga bisa sekaligus mengenang perjuangan Panglima Besar Sudirman.